Foto Asisten II Setda Berau Agus Wahyudi, Ketua DPRD Berau Madri Pani, Ketua Komisi I DPRD Berau Peri Kombong, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Masrani, Ketua YDBBC Horas Parsaulian Pardede, Manajemen PT Berau Coal dan perwakilan tenaga kerja lokal yang mendapat kesempatan ikuti training.

Persaingan di dunia kerja zaman sekarang ini cukup berat. Sehingga apabila tidak memiliki keahlian (skill) khusus pasti akan mengalami kesulitan dalam mendapat pekerjaan. Sebagai bentuk kepeduliaan terhadap tenaga kerja lokal PT Berau Coal melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) meggelar pelatihan peningkatan kompetensi pra kerja bagi 65 calon tenaga kerja lokal. Melalui celah itu para tenaga kerja lokal mendapatkan pembekalan, pelatihan serta pembinaan untuk siap bersaing di dunia kerja.

Kegiatan yang digelar di Ruang RKB lantai 2 Politeknik (Poltek) Sinar Mas Berau Coal Jl Raja Alam 1 Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa (06/12/2022) tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Berau Agus Wahyudi, Ketua DPRD Berau Madri Pani, Ketua Komisi I DPRD Berau Peri Kombong, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Masrani, Ketua YDBBC Horas Parsaulian Pardede, Manajemen PT Berau Coal beserta seluruh jajaran, Direktur Politeknik Sinar Mas Berau Coal Krisna Adi Nugraha beserta seluruh jajaran, peserta pelatihan dan tamu undangan lainnya. 

Pada kesempatan itu, Asisten II Setda Berau Agus Wahyudi menyampaikan, PT Berau Coal telah menempuh satu langkah positif demi percepatan pembangunan kualitas dan kesejahteraan sumber daya tenaga kerja lokal di Kota Sanggam. Program yang diselenggarakan tersebut, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Kabupaten Berau, terutama para generasi muda pencari kerja. Sebagaimana diketahui bersama, program pengembangkan SDM biasanya terhambat oleh faktor pendanaan yang terbatas, sementara jumlah pencari kerja setiap tahunnya terus bertambah.

“Inisiatif maupun peran serta perusahaan untuk melatih para pencari kerja semacam ini perlu didukung. Saya berharap, perusahaan maupun institusi lainnya di Bumi Batiwakkal juga dapat melaksanakan pelatihan dan pengembangan kapasitas SDM lokal, seperti yang telah dilakukan oleh PT Berau Coal melalui Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal  (YDBBC) hari ini, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat,” tutur Agus Wahyudi.

Lanjut beliau, masalah pengangguran saat ini merupakan masalah utama yang masih sangat krusial di bidang ketenagakerjaan. Jumlah pengangguran atau pencari kerja yang terus bertambah secara signifikan setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya tingkat kelulusan dari berbagai strata tingkat pendidikan, baik tingkat menengah atas hingga perguruan tinggi merupakan sebuah tantangan dan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Berau.

Masalah yang tak kunjung usai tersebut, disikapi PT Berau Coal dengan mewujudkan program pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja. Hal ini harap terus digencarkan, dengan dasar pemikiran bahwa pengentasan kemiskinan maupun pengangguran merupakan tanggung jawab pemerintah bersama semua pihak.

“Berdasarkan data pencari kerja yang terhitung hingga bulan September tahun 2022 tercatat sebanyak 10.572 orang. Sementara di sisi lain, lowongan kerja yang dapat menampung pencari kerja tersebut sangat amat terbatas, sehingga penyerapan tenaga keria pun jadi terbatas. Kondisi ini menuntut pemerintah harus kreatif dalam menelurkan program-program yang berbasis ekonomi, life skill maupun program lainnya demi menekan angka pengangguran,” imbuh Agus Wahyudi lagi.

Oleh karena itu Pemkab Berau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berupaya untuk menggulirkan program-program ketenagakerjaan yang tentunya disesuaikan dengan kekuatan anggaran yang dimiliki daerah. Salah satu upaya untuk mengatasi problematika ini adalah dengan memberikan pembekalan kepada para pencari kerja dengan menjalin kerja sama yang sinergis dengan para perusahaan, sehingga tenaga kerja yang terjalin menjadi terserap dan siap bersaing di pasar kerja.

“Suport sebagaimana diberikan Berau Coal ini sangat diharapkan dapat berkelanjutan. Dan apa yang diprogramkan ini mudah-mudahan akan diikuti perusahaan lainnya yang beroperasi di Berau,” papar Agus Wahyudi.

Ketua Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC) Horas Parsaulian Pardede mengatakan adanya program ini bagian dari komitmen Berau Coal untuk meningkatkan SDM khususnya tenaga kerja lokal di Bumi Batiwakkal sekaligus mendukung program prioritas Pemkab Berau. Karena pendidikan merupakan suatu aspek potensi untuk memajukan daerah dengan meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Berau. “Program ini merupakan kerja sama dari YDBBC dan job center PT Berau Coal, tujuannya untuk membekali calon tenaga kerja lokal menjasi sumber daya yang berkualitas dan mampu bersaing,” ungkap Horas Parsaulian Pardede.

Tambanya, penyelenggaraan pada pelatihan dan pembekalan kepada calon tenaga kerja lokal ini akan berlangsung selama 2 minggu ke depan dan mengharapkan pada seluruh peserta dapat tumbuh menjadi pemuda unggul dan profesional.

 “Jadi kalaupun membuka usaha mandiri, kelak para tenaga kerja telah mengikuti training ini mampu menjadi pelaku ekonomi yang dapat membuka peluang usaha kerja baru,” ujar Horas Parsaulian Pardede.

Sementara itu Kepala Disnakertrans Berau Masrani mengungkapkan, kegiatan ini adalah sebagai pembekalan sertifikasi calon tenaga kerja. Sekarang ini masalah tenaga kerja di Bumi Batiwakkal berada di Ibu Kota Negara (IKN) tentunya kompetensi untuk tenaga kerja itu sangat ketat sekali dan harus mengikuti standar operasional. Menghadapi situasi tantangan dunia kerja sekarang ini, para calon tenaga kerja khususnya harus memiliki sertifikasi yang disesuaikan dengan Peraturan daerah (Perda) untuk bisa mengimbangi lajunya perkembangan masalah tenaga kerja di IKN nantinya.

“Inilah yang sangat kita perlukan dalam peningkatan SDM untuk meningkatkan daya saing di bidang tenagakerjaan sesuai rapat koordinasi dengan kementerian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Kementeriaan Pendidikan Kebudayaan, dan Kementerian Dinas Tenaga Kerja, perlunya sertifikasi untuk calon-calon tenaga kerja ini. Contoh kasus saja, ini bukan hanya untuk calon tenaga kerja, tapi untuk tenaga sumber hingga instruktur wajib mempunyai sertfikasi. Harapan saya untuk PT Berau Coal perlu lebih ditingkatkan lagi dan kita perlu kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain yang dibawah Berau Coal atau selain mitra-mitra Berau Coal. Jadi, kita sesuaikan dengan visi misi Kabupaten Berau, yakni meningkatkan SDM,” tutup Masrani.

Sumber: swarakaltim.com