c

Puluhan ibu-ibu dari Kelompok Menjahit Cempaka, Kampung Merancang Ilir Kecamatan Gunung Tabur, mengikuti pelatihan menjahit yang diadakan di gedung serbaguna dengan mendatangkan instruktur dari Teluk Bayur.

Kelompok Cempaka yang merupakan dampingan dari Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Berau Coal ini, sangat antusias mengikuti pelatihan. Bahkan, ada yang tak sabar ingin segera melakukan praktik menjahit.

“Sebelum praktik, terlebih dahulu kita ajarkan bagaimana caranya mengukur dan menggambar pola baju. Baru setelah itu kita praktik menjahit,” terang Misyanti, salah satu instruktur menjahit Bina Kreasi Teluk Bayur, ketika membuka pelatihan.

Sebanyak 4 instruktur didatangkan bergantian untuk berbagi ilmu bagaimana cara menjahit yang benar. PKK Kampung Merancang Ilir, Gunung Tabur juga memberikan apresiasi untuk pelatihan ini. Bahkan harapan agar pelatihan ini bisa menambah pendapatan keluarga juga bisa terwujud. Hal senada juga diungkapkan perwakilan dari PT Berau Coal saat membuka kegiatan.

“Setidaknya hal ini bisa memberikan keuntungan dari lingkup keluarga, misalnya ibu tidak perlu repot membawa ke penjahit jika ada pakaian suami atau anak yang robek, karena bisa dijahit sendiri, baru kemudian dijadikan ladang usaha rumahan,” ucap Ahmad Rifai, perwakilan PT Berau Coal, bagian ekonomi, saat membuka pelatihan menjahit yang akan dilaksanakan hingga 14 hari ke depan.

“Semoga pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai di sini, dan bisa berkelanjutan, karena melihat antusiasme ibu-ibu juga sangat bagus,” lanjutnya.

Setelah membuka kegiatan, pelatihan dimulai dengan bagaimana cara mengambil ukuran baju yang benar untuk dewasa. Usai jeda, pelatihan dilanjutkan dengan bagaimana cara menggambar pola pakaian yang benar,  sebelum menerapkannya ke kain bahan baju.

“Memang harus bertahap, dari cara pengambilan ukuran saja harus jeli, karena ada beberapa bagian tubuh yang mesti ditambah atau dikalikan, untuk mendapatkan ukuran yang pas,” tegas Misyanti.

Ia berharap ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini bisa mendengarkan dengan serius dan seksama setiap penjelasan yang diberikan. “Karena targetnya ibu-ibu ini nanti harus bisa membuat setidaknya satu stel pakaian jadi, atasan dan bawahan, sebelum pelatihan berakhir,” pungkasnya.