Pertanyaan yang Sering Diajukan | Frequently Asked Questions – PT Berau Coal

Visi & Misi

Apa visi dan misi PT Berau Coal?

Visi : Menunjang perwujudan masa depan cemerlang melalui peran aktifnya sebagai pengalihragam energi yang eksponensial.

Misi : Usaha kami adalah mengelola sumberdaya alam menjadi sumber energi dengan standard operasional yang mengutamakan  kelestarian  lingkungan dan  kesejahteraan  masyarakat.

Apa saja nilai-nilai dan budaya korporat PT Berau Coal?

Inovatif : Kami mendorong batasan – batasan saat ini dan kemudian menciptakan terobosan baru melalui orang-orang kami dan teknologi

Progresif : Kami percaya pada prinsip saling menguntungkan dan membangun hubungan yang produktif dengan masing-masing pihak, mitra kami dan pelanggan kami

Kepercayaan : Kami memberikan janji-janji kami melalui perbaikan yang berkesinambungan dan aman, serta operasional yang handal

Apakah filosofi PT Berau Coal?

Manusia, sistem, pemerintah, pemegang saham, masyarakat dan lingkungan adalah sebagian elemen internal dan eksternal yang membentuk energi di Berau. Berau adalah wujud ketangguhan dalam pengalihragaman energi secara eksponensial agar generasi penerus memiliki masa depan cemerlang.

Lokasi, Izin & Kepemilikan

Dimana area PT. Berau Coal beroperasi?

PT. Berau Coal adalah perusahaan batubara yang beroperasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, berlokasi sekitar 300 kilometer ke utara dari ibukota Propinsi Kaltim Samarinda.

Apa Izin penambangan yang dipegang oleh PT. Berau Coal?

PT. Berau Coal memulai usaha penambangan pada 26 April 1983, setelah memperoleh Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Saat ini luas area konsesi Berau Coal mencapai 118.400 hektar.

Siapa pemegang saham terbesar di PT. Berau Coal saat ini?

Sejak didirikan tahun 1983, PT. Berau Coal mengalami beberapa kali perubahan kepemilikan. Saat ini PT. Berau Coal Energy Tbk menguasai 90 persen saham perusahaan dan 10 persen dimiliki oleh Sojitz Coorporation.

Sejak kapan saham PT. Berau Coal Energy Tbk dicatat di Bursa Efek Indonesia?

Saham PT. Berau Coal Energy Tbk dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sejak 19 Agustus 2010 dengan kode saham BRAU.

Operasi Penambangan & Cadangan Sumberdaya

Berapa jumlah Site penambangan yang dimiliki PT. Berau Coal?

Kami memiliki tiga Site penambangan yaitu:

Tambang Lati mulai berproduksi sejak 1992 dengan batubara tipe Agathis dan Sungkai. Tambang ini memiliki kapasitas produksi sebesar 15 juta Ton/tahun, dengan cadangan sebesar 99 juta Ton. Karakter endapan batubara Lati bersifat sinklin.

Tambang Binungan memulai produksi sejak 1995, dengan kualitas batubara yang dihasilkan jenis Mahoni, Mahoni B, Agathis,  dan Sungkai. Tambang ini terbagi pada Blok Parapatan, Blok 1-4, Blok 5-6 , Blok 7 dan Blok 8-10. Tambang ini memiliki kapasitas produksi sebesar 17 juta Ton/tahun dengan cadangan sebesar 362 juta Ton.

Tambang Sambarata memulai produksi sejak 2001 dengan kualitas batubara yang dihasilkan adalah Eboni, Mahoni, Mahoni B, dan Agathis. Area tambang Sambarata terbagi pada blok A, B dan B1. Tambang ini memiliki kapasitas produksi sebesar 5.56 juta Ton/tahun dengan total cadangan sebesar 58 juta Ton.

Bagaimana PT. Berau Coal menambang dan memproduksi batubara?

Proses penambangan dimulai dengan perencanaan penambangan dan pembukaan lahan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan penambangan, termasuk kegiatan pengupasan dan pemindahan tanah. Pengupasan tanah sangat memperhatikan tingkat erosi tanah. Sebelum penggalian lapisan batuan, dilakukan peledakan untuk melunakkan lapisan tanah yang berbatu-batu agar mudah digali dengan ekskavator. Selanjutnya batubara digali dan diangkut ke unit peremukan batubara menggunakan dump truck melalui poros jalan yang dirancang stabil di segala cuaca. Batubara kemudian diremukkan menjadi ukuran yang sudah ditentukan sebelum ditempatkan di area penimbunan kemudian dimuat ke tongkang. Setiap lokasi tambang ditangani oleh kontraktor yang berbeda dengan pengawasan kualitas yang ketat dari perusahaan.

Berapakah target produksi batu bara yang ingin dicapai oleh PT. Berau Coal tahun 2015?

Kami menargetkan akan mampu mencapai hasil produksi sebanyak 27 Juta Ton pada tahun ini.

Berapakah total produksi batubara PT. Berau Coal saat ini?

Tahun 2014 produksi Batu Bara kami telah mencapai  24,224,107.674 Ton

Dengan keterangan hasil produksi yang kami dapatkan di Situs Lati sebesar  9,921,908.618 Ton, Binungan  9,285,041.058 Ton dan Sambarata  5,017,157.998 Ton (Data per Desember 2014)

Berapakah jumlah cadangan batu bara yang dimiliki oleh PT. Berau Coal saat ini?

Sesuai dengan status JORC per 30 Juni 2014, jumlah cadangan batu bara yang dimiliki perusahaan saat ini adalah 519 Juta Ton terdiri atas 285 juta Ton merupakan cadangan terbukti dan 234 juta Ton merupakan cadangan terkira.

Berapakah kapasitas produksi PT. Berau?

Berdasarkan kapasitas pabrik pengolahan (fixed plant), di tahun 2015 PT Berau Coal mampu memproduksi batubara 32 juta MT. Kapasitas produksi ini akan meningkat setiap tahun sesuai rencana produksi batubara dari tambang.

Siapa kontraktor yang beroperasi di 3 Site PT. Berau Coal saat ini?

Kontraktor-kontraktor yang bekerja untuk Berau Coal saat ini adalah PT.Buma, PT.SIS, PT.Madhani Talata Nusantara, PT.Ricobana Abadi, PT.Darma Henwa, dan PT.Mutiara Tanjung Lestari

Berapakah jumlah tenaga kerja yang diserap oleh kegiatan operasional PT. Berau Coal hingga saat ini?

Sampai dengan saat ini ada 11.582 pekerja yang terlibat dalam kegiatan operasional Berau Coal. (Data per Desember 2014)

Produk (Merk)

Apakah karakter batubara yang diproduksi PT. Berau Coal?

PT Berau Coal memproduksi batubara kategori sub-bituminous dengan kadar abu dan sulfur yang rendah serta kadar kalori tinggi antara 5.000-5.500 kcal/kg yang sesuai kebutuhan bahan bakar pembangkit tenaga listrik.

Apa saja produk batubara yang diproduksi PT. Berau Coal?

PT Berau Coal memproduksi empat merek batubara yaitu Eboni, Mahoni A, Mahoni B, Agathis dan Sungkai. Nama-nama tersebut diambil dari nama kayu khas Indonesia yang dikenal kuat, tahan lama dan multifungsi. Karakter-karakter kayu tersebut melambangkan karakter produk Berau. Merek-merek itu juga mengingatkan kita pada kayu dan pepohonan sebagai lambang perhatian dan keterlibatan perusahaan terhadap penghijauan, likungan dan alam, sekaligus mendukung moto perusahaan.

Pengapalan

Apakah fasilitas pengapalan batubara yang dimiliki PT. Berau Coal?

PT Berau Coal memiliki 6 (enam) fasilitas terminal batubara modern yang dapat melayani kapal dengan alat bongkar muat dan kapal yang tidak dilengkapi alat bongkar muat yaitu :

  • FTS Bulk Borneo yang berkapasitas 32.000 MT/hari.
  • FTS Bulk Java yang berkapasitas muat 28.000 MT/hari
  • FTS Bulk Sumatera yang berkapasitas muat 30.000 MT/hari
  • FC . Chloe kapasitas muat 30.000 MT/hari
  • FC. Blitz kapasitas muat 20.000 MT/hari
  • FOTP. Derawan 28.000 MT/Hari

Pemasaran & Distribusi Area

Bagaimana proses distribusi produk batubara PT. Berau Coal?

PT Berau Coal mengangkut batubara melalui jalur sungai. Dari area tambang, batubara diangkut dengan tongkang menuju titik pra-pengapalan yang terletak di muara pantai perairan Laut Sulawesi.

 Apa saja pasar domestik batubara PT. Berau Coal? dan berapa persen?

Pasar domestik batubara Berau Coal antara lain  PT Indonesia Power (64.99%), PT Jawa Power (28.9%), PT Sumber Segara Primadaya (4.54%), PT Semen Bosowa (1.13%) dan PT Holcim Indonesia (0.44%)

Apa saja pasar internasional PT. Berau Coal, dan berapa persen?

Produksi batubara kami dikapalkan ke sejumlah negara termasuk Cina (33%), Taiwan (8%), India (26 %), Korea (8 %) dan Jepang (3 %).

Apa kelebihan PT. Berau Coal dari sisi distribusi dan pemasaran dibanding perusahaan batu bara lainnya?

PT Berau Coal memiliki keunggulan kompetitif dibanding produsen batubara Australia dan Afrika karena lokasi penambangan di timur laut Kalimantan yang relatif lebih dekat dengan pasar Asia Timur seperti China, Korea, Jepang, Taiwan, Hongkong dan Filipina.

PT Berau Coal juga memiliki daya saing lebih tinggi dibanding produsen batubara Indonesia lainnya karena lokasi penambangan yang sangat strategis, berdekatan dengan sungai Segah dan Kelai serta Laut Sulawesi. Hasil tambang dapat dengan mudah diangkut ke pelabuhan menggunakan truk melalu jalur hauling, dilanjutkan dengan tongkang menuju titik pra-pengapalan.

Dari semua produk batubara Berau Coal, produk apa yang paling laris di pasaran?

Produk batubara dengan volume penjualan terbesar di pasaran saat ini adalah Sungkai dengan persentase hingga 51 % dengan nilai kalori 5.500 adb

Pengelolaan Lingkungan

Bagaimana komitmen PT. Berau Coal terhadap lingkungan hidup?

Perusahaan berusaha agar semua kegiatan penambangan memenuhi persyaratan praktik penambangan yang baik dan sejalan dengan peraturan yang ada, dari tahap perencanaan sampai penutupan tambang. Berau Coal memiliki komitmen yang besar terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu cara mewujudkan komitmen tersebut dengan menggunakan teknologi penambangan mutakhir disertai penelitian untuk menciptakan diversifikasi produk dan perbaikan kegiatan tambang.

Bagaimana PT. Berau Coal mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan area tambang?

Pengelolaan limbah B3 dilakukan sesuai Prosedur Pengelolaan Limbah B3. Limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan operasional PT Berau Coal antara lain minyak pelumas bekas, accu bekas, hose terkontaminasi B3, filter terkontaminasi B3, majun terkontaminasi B3, material terkontaminasi B3, grease bekas dan limbah medis. Limbah B3 disimpan di dalam Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) khusus yang telah memiliki izin dari Kementerian Lingkungan  Hidup dan Bupati Berau di Lati, Binungan dan Sambarata. Limbah ini kemudian diangkut ke pihak pengumpul dan atau pengolah yang telah memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Limbah filter dan majun terkontaminasi B3 di Lati, diolah menggunakan incenerator yang telah memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Bagaimana PT. Berau Coal mengendalikan polusi dan efek gas rumah kaca?

Perusahaan selalu menjaga kualitas emisi gas buang yang dilepas di udara agar tidak melampaui ambang batas yang ditentukan sehingga tidak membahayakan kesehatan. Perusahaan secara kontinyu melakukan pengawasan internal dan menunjuk lembaga penelitian independen seperti Sucofindo untuk memantau emisi gas buang dan kualitas udara) di kantor, area pertambangan dan daerah hunian sekitar tambang. Hasil pemantauan dilaporkan kepada pihak internal dan pihak instansi yang berwenang.

Berapa jumlah pohon yang ditanam PT. Berau Coal sampai dengan tahun 2014?

Tahun 2014 ditanam tanaman pioneer dan sisipan pada lahan revegetasi sebanyak 245.245 pohon, dengan luas lahan revegetasi seluas 244.76 Ha.

Apa saja jenis tanaman yang sudah ditanam di area revegetasi PT. Berau Coal?

Jenis tanaman yang dipakai oleh PT. Berau Coal dalam kegiatan revegetasi dibagi menjadi 2 kategori, yang pertama adalah kategori tanaman perintis yaitu Sengon Laut, Sengon Buto, Johar, Angsana, Akasia, Trembesi, Ketapang dan Jabon, sedangkan untuk tanaman sisipan adalah Meranti, Kapur, Ulin dan jenis buah-buahan.

Berapakah perbandingan area yang ditanam ulang dan yang direklamasi pada area penambangan PT. Berau Coal?

Sampai dengan saat ini, dari  total area terganggu seluas  9,650.41 hektar, telah dilakukan  reklamasi seluas  6,770.06 hektar (101.99%) dan revegetasi  seluas 3,054.55 hektar (102.46%). (Data akumulatif s/d Desember 2014)

Penutupan Tambang

Apa strategi yang dipakai dalam penutupan tambang PT. Berau Coal?

Program penutupan tambang Berau Coal menggunakan strategi tiga pilar yaitu kesepakatan antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan, Melalui kesepakatan ini, muncul kegiatan-kegiatan penambangan yang bermanfaat dan berkelanjutan, bahkan setelah kegiatan penambangan berakhir. Pengembangan di bagi menjadi 3 zona yakni Zona Interest, Zona Intensif dan Zona Penyangga.

Bagaimana tanggungjawab lingkungan PT. Berau Coal terhadap area tambang yang telah selesai dieksploitasi?

Area tambang yang telah dieksploitasi segera ditutup tanpa menunggu semua operasi tambang berakhir. Kegiatan penutupan tambang disusun dalam RKTTL dan rencana penutupan tambang yang disetujui pemerintah dengan mempertimbangkan rencana tata ruang wilayah (RT/RW) kabupaten, agar lahan yang terbentuk sejalan dengan rencana tata ruang  pemerintah daerah.

Bagaimana cara memanfaatkan lahan bekas tambang?

Lahan bekas tambang dikelola sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi masyarakat setempat. Berau Coal selalu berkomunikasi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat lokal untuk mencari tahu jenis pemanfaatan lahan yang sesuai kebutuhan mereka. Kegiatan-kegiatan yang di lahan bekas tambang yang sudah dilakukan PT Berau Coal antara lain penanaman tanaman produktif, pembangunan kolam pemancingan dan rekreasi serta revegetasi dan reklamasi untuk mengembalikan habitat tanaman dan hewan liar.  Program penutupan lahan pasca tambang lainnya adalah pembangunan wisata alam terpadu menggabungkan unsur alam, pendidikan dan wisata yang dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga

Kesehatan & Keselamatan Kerja

Bagaimana PT. Berau Coal mengelola kesehatan dan keselamatan kerja?

Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) adalah priroritas utama PT Berau Coal. Perusahaan memiliki program K3L bernama Berau Coal Green Mining System atau Be GeMS. Be GeMS juga berarti “be gems” yaitu “menjadi permata”, yang maknanya adalah menjadikan perusahaan sebagai pengelola tambang yang bernilai tinggi seperti permata.

Apa saja penghargaan yang telah diraih PT. Berau Coal untuk bidang lingkungan hidup dan K3L?

PT Berau Coal telah mendapat mendapat banyak penghargaan atas komitmennya terhadap kegiatan penambangan yang berwawasan lingkungan. Pada tahun 2014 ini, perusahaan telah memperoleh penghargaan Proper Emas Propinsi untuk situs Lati, Hijau untuk Lati dan Sambarata di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Apakah visi dan misi kegiatan pengembangan masyarakat PT. Berau Coal?

Visi kegiatan pengembangan masyarakat kami adalah menjadikan komunitas sekitar tambang berdaya, sejahtera dan mandiri. Misi-nya adalah mendorong kualitas hidup yang lebih baik dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang memiliki daya saing tinggi.

Bagaimana konsep program pengembangan masyarakat PT. Berau Coal?

Kami menempatkan program Corporate Social Responsibility (CSR), sejajar dengan kegiatan usaha perusahaan yang lain. Karena kami ingin menjaga keberlanjutan usaha perusahaan dengan memperhatikan kesatuan aspek ekonomi, sosial, keselamatan kerja dan lingkungan

Bagaimana tahapan dan strategi program CSR yang dilakukan oleh PT. Berau Coal?    

Pelaksanaan program CSR telah dilakukan sejak tahun 2000 dengan strategi dan mekanisme pendekatan “Giving, Involving, Sharing, Participating and Sustaining”. Strategi ini dirancang sedemikian rupa agar masyarakat binaan mampu menghidupi diri sendiri saat kegiatan penambangan berakhir tahun 2025.

Bagaimana PT. Berau Coal merencanakan program CSR-nya?

Program CSR kami diawali dengan pemetaan sosial yang dilakukan oleh tenaga ahli. Berdasarkan peta ini, Berau Coal mengundang para pemangku kepentingan dari pihak pemerintah daerah dan masayarakat untuk bersama-sama menyusun rencana tindakan untuk komunitas atau community action plan (CAP).

Bagaimana PT. Berau Coal melaksanakan CAP tersebut?

CAP dilaksanakan melalui program-program pemberdayaan masyarakat oleh Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC) dengan strategi empat pilar yaitu (1) Pendidikan dan Pengetahuan; (2) Kesehatan dan Nutrisi; (3) Lingkungan dan Budaya; (4) Kontribusi Sosial Ekonomi, yang didukung program pembangunan infrastruktur sosial masyarakat.

Bagaimana PT. Berau Coal membiayai kegiatan CSR-nya?

Anggaran kegiatan tanggung jawab sosial PT Berau Coal berjalan seiring dengan dinamika bisnis batubara di pasar. Selain itu, kami juga mempertimbangkan jenis-jenis kebutuhan masyarakat yang mendasar dan mendesak untuk segera disediakan. Jika keuntungan perusahaan meningkat, maka biaya CSR juga meningkat. Sejak 2005, biaya kegiatan CSR Berau Coal tidak pernah menurun. Pada tahun 2011 dan 2012 biaya tanggung jawab Berau Coal meningkat secara konsisten, seiring dengan peningkatan kinerja keuangan dan produksi perusahaan.

Di mana saja kegiatan empat pilar tersebut dilaksanakan?

Strategi empat pilar tersebut diprioritaskan pada 38 lokasi di lingkar tambang yang masyarakatnya terkena dampak langsung operasi.

Apa saja hasil dari kegiatan pengembangan masyarakat PT. Berau Coal?

Hasil yang sudah dicapai kegiatan pengembangan masyarakat antara lain:

Bidang pendidikan

Melalui program “Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun”, CSR PT. Berau Coal memberi bantuan transportasi di 8 kampung sebanyak 787 anak,bantuan pendidikan kepada 1.122 pelajar di 19 kampung, dan 35 siswa yang mendapat beasiswa berprestasi, 128 mahasiswa mendapat beasiswa penuh dan 107 orang beasiswa tidak penuh di sejumlah perguruan tinggi. Selain itu, PT Berau Coal membangun 9 asrama pelajar untuk menampung siswa SMP, SMA dan SMK yang melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah di Kecamatan Tanjung Redeb. PT Berau Coal juga memberikan pelatihan melalui program kualifikasi guru kepada 212 guru SD dan TK/PAUD dan mendorong warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) untuk dapat dapat membaca, menulis dan berhitung melalui kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan, dan program yang sedang digalakkan baru-baru ini adalah pembangunan Pusat Pendidikan Tinggi dan Kejuruan Terpadu Parapatan dan Program Beasiswa Generasi Emas Berau. Tidak hanya siswa sekolah akan tetapi  guru-guru sekolah juga diberikan pelatihan sebanyak 289 guru dan 300 kepala sekolah. Selain itu juga rumah pintar di kampung juga di aktifkan dan dikembangkan. Saat ini baru 2 rumah pintar yang aktif.

Bidang kesehatan dan nutrisi

Untuk bidang kesehatan & nutrisi, CSR PT. Berau Coal mengadakan 3 program utama yaitu pelayananan kesehatan, kesehatan ibu & anak dan sanitasi lingkungan.Kegiatan di pelayanan kesehatan yaitu mengadakan pengobatan gratis di 38 kampung. Selain kegiatan pengobatan gratis juga diadakan pemeriksaan kesehatan masyarakat bekerjasama dengan puskesmas dan Rumah Sakit Umum. Untuk bidang Kesehatan ibu dan anak kegiatan yang dilaksanakan yaitu kegiatan pos gizi yang diikuti anak-anak yang gizi kurang/buruk dan pelatihan kader kesehatan yang ada di kampung sedangkan untuk program sanitasi lingkungan kegiatan yang dilaksanakan yaitu pembangunan jambanissi di 9 kampung dan pembangunan WTP (Water Treatment Plant) di 7 kampung dan 11 WTP serta program peningkatan kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit endemik.

Bidang lingkungan dan budaya

kegiatan Berau Coal diantaranya adalah pelestarian budaya daerah seperti melestarikan budaya Keraton Sambaliung, Keraton Gunung Tabur, kesenian adat Dayak dan adat Berau serta melakukan inisiasi Kampung Wisata di Pulau Maratua dan Kampung Merasa, keagamaan seperti peningkatan taman pendidikan alquran, bencana alam dan lingkungan seperti kampanye lingkungan di sekolah-sekolah.

Bidang kontribusi sosial dan ekonomi

PT Berau Coal membantu penguatan ekonomi lokal dengan memberikan modal  pengembangan usaha bekerjasama dengan Bank dalam bentuk Kolateral. Di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, CSR PT. Berau Coal memberikan Pelatihan, Bimbngan teknis dan Sarana Produksi. Untuk Mitra Kerja Lokal yang berhubungan dengan operasional tambang diberikan pelatihan SMK3L, Pengawalan beberapa gabungan koperasi lingkar tambang menjadi Perusahaan Terbatas (PT) dalam penyaluran tenaga kerja ke PT. Berau Coal dan Kontraktor PT. Berau Coal.

Kegiatan penguatan ekonomi ini telah membuahkan hasil yang berarti. Berbagai tanaman pertanian dan perkebunan telah dipanen, dan unit-unit usaha kecil maupun menengah yang dikelola masyarakat Berau sebagian telah menjadi mitra kegiatan operasional PT Berau Coal.

Bidang infrastruktur

PT Berau Coal telah membantu untuk melakukan  pembangunan fasilitas umum baik di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Tahun 2014 telah dibangun sebanyak ± 82 unit bangunan infrastruktur.