Pertahankan Etos Kerja yang Baik

PT Berau Coal memiliki komitmen kuat dalam upaya peningkatan SDM melalui Program Pelatihan Pengawas Pertambangan (P4) dan Bina Mental dan Fisik.

Dalam upaya mendukung program-program prioritas Pemerintah Kabupaten Berau, PT Berau Coal berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar menjadi tenaga kerja yang andal dan profesional.

Langkah nyata telah diambil melalui Program Pelatihan Pengawas Pertambangan (P4). Di awal kegiatan, peserta mengikuti Pembinaan Mental dan Fisik (bintalsik), kegiatan ini pun ditutup pada Jumat (7/7) di Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 18 Komposit/Buritkang.

Manager Community Development PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman, menjelaskan, program ini merupakan jalan bagi pemuda-pemudi lokal untuk memperoleh keterampilan yang memadai. Dan diharapkan 46 peserta yang telah mengikuti kegiatan bintalsik dapat mempertahankan nilai-nilai etos kerja yang baik.

Menurut Sulaiman, pembentukan karakter sangat diperlukan dalam industri pertambangan. Sebab, prioritas keselamatan menjadi hal yang sangat penting dan sebagai pengawas harus memiliki disiplin yang tinggi dan mental yang tangguh.

Tak lupa, Sulaiman menyampaikan rasa terima kasih kepada Batalyon Armed 18 Komposit dan semua pihak yang telah mendukung program-program PT Berau Coal,  yang secara sinergis berusaha meningkatkan keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Berau. “Semoga sinergi baik ini dapat terus memberikan manfaat positif bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Adapun Komandan Batalyon Armed 18 Komposit/Buritkang Letkol Arm Khoirul Cahyadi, menyampaikan rasa sukacitanya atas keberhasilan menempuh hampir sebulan lamanya dibina mental dan fisiknya di Yonarmed 18 Komposit/Buritkang.

“Kesempatan ini mahal, saya harap para peserta bisa mengingat pelajaran-pelajaran terbaik. Apapun jabatan dan posisi Anda nantinya, integritas karakter dan mental adalah yang utama,” tegasnya.

Letkol Khoirul juga mengutarakan, bahwa keberhasilan peserta mengikuti Bintalsik merupakan gambaran kesiapan peserta. Sebab, secara individu ataupun berkelompok dinilai siap.

Sementara Direktur Politeknik Sinarmas Berau Coal, Kris Adi Nugraha, memaparkan, dari 46 peserta yang mengikuti Bintalsik dan P4, bahwa 20 di antaranya merupakan mahasiswa Poltek Simas BC. Program P4 itu sendiri dikhususkan bagi lulusan D3 dan D4 di Poltek Simas BC serta lulusan sarjana.

“Setelah lulus mereka sudah punya kompetensi untuk industri pertambangan, kemudian ditambah kegiatan ini selama 1 hingga 2 tahun,” terangnya.

Kris kemudian menjelaskan, bahwa pelatihan ini sangat diperlukan untuk melengkapi penguasaan teori yang telah didapatkan selama menempuh pendidikan tinggi di Poltek Simas Berau Coal. Sehingga, dalam praktik di lapangan, lulusan bisa beradaptasi dengan baik serta menguasai medan kerja.

“Mereka akan bertugas sebagai pengawas teknis, karena semua pekerjaan perlu pengawas dari teknis yang dikuasai,” ungkapnya.

Terpisah, salah satu peserta Pelatihan P4 dan Bintalsik, Ragul Adji Prabandaru, pria lulusan program studi Perawatan Mesin Politeknik Sinarmas Berau Coal itu mengaku tidak cukup kaget dan mampu menyesuaikan diri dengan baik selama pelatihan. Sebab, pada saat dirinya masih di bangku kuliah telah melalui tahapan Bintalsik.

“Memang ini berbeda, namun saya pribadi sudah paham dan tidak terlalu kaget dengan kegiatan ini,” tuturnya.

Dirinya menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kesempatan yang sangat baik ini. Dirinya juga menganggap, rangkaian kegiatan ini merupakan upaya terbaik membangun karakter dan kualitas SDM yang siap untuk terjun di industri pertambangan.

“Semoga semua pelajaran yang kami terima bisa menjadi bekal terbaik saat bekerja di lapangan atau dalam kegiatan sehari-hari nantinya,” pungkasnya. (/sen/**/sam)

Sumber: berau.prokal.co